Ribuan Penari dari 14 Provinsi Meriahkan IWDF 2026, Jadi Ruang Ekspresi Komunitas Tari

By Admin


Dok. Humas DKI
nusakini.com, Jakarta – Indonesia World Dance Festival (IWDF) 2026 menghadirkan ribuan pelaku seni tari dari berbagai daerah di Indonesia dalam sebuah perayaan budaya yang berlangsung di Pos Bloc Jakarta, Pasar Baru, Sawah Besar, Sabtu (30/5).

Festival yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan DKI Jakarta itu dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.

IWDF 2026 melibatkan sekitar 1.200 penari yang mewakili 14 provinsi, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Banten, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan Papua.

Selain Festival Tari Nusantara, kegiatan ini juga diikuti 88 grup tari dari sanggar, komunitas, hingga institusi pendidikan. Sebanyak 13 finalis kompetisi battle dance dari berbagai daerah turut bersaing menampilkan kemampuan terbaik mereka.

Tidak hanya itu, sebanyak 155 peserta mengikuti workshop tari topeng tunggal yang melibatkan pelaku seni, influencer, dan konten kreator tari dari berbagai wilayah di Indonesia.

Rano Karno menegaskan bahwa keberadaan festival ini bukan semata-mata untuk menentukan pemenang kompetisi, melainkan sebagai wadah bagi para pelaku seni untuk menunjukkan karya dan kreativitas mereka.

“Saya sangat mendukung banyak sekali sanggar-sanggar di Jakarta, apapun bentuk sanggar, kalau tidak punya tempat ekspresi, tidak ada gunanya kita membina. Itulah inti kegiatan kita,” ujarnya.

Menurut Rano, keberadaan ruang ekspresi menjadi kebutuhan penting bagi komunitas seni agar pembinaan yang dilakukan pemerintah dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan ekosistem budaya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana IWDF 2026, Rosmala Sari Dewi, mengatakan festival ini lahir dari kebutuhan komunitas tari daerah akan ruang kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

“Gagasan menghadirkan IWDF bermula dari refleksi atas kekayaan seni pertunjukan tari dari berbagai pelosok Indonesia. Kami melihat adanya kebutuhan nyata di kalangan sanggar dan komunitas tari daerah akan sebuah platform tari dunia yang komprehensif dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui penyelenggaraan IWDF 2026, para pelaku seni tari dari berbagai latar belakang dan daerah diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, memperluas jejaring, serta memperkuat eksistensi seni tari Indonesia di tengah perkembangan budaya global.